top of page
  • Writer's picturemvsetiawan

Perjalanan Menuju Vigo

Updated: Jun 14

Perjalanan menuju awal dari Camino - Bagian I


Apr 22-23, 2024

Barcelona - Madrid - Vigo


Ketika saya memutuskan untuk melakukan Camino de Santiago, saya melakukan riset dan akhirnya memutuskan untuk melakukan rute dari Portugal atau lebih dikenal dengan Camino Portugues. Dan saya tahu saya hanya akan berjalan 100km+ terakhir untuk memenuhi persyaratan mendapatkan Compostela.


Dengan semua informasi tersebut, saya belajar bahwa kota untuk memulai perjalanan saya adalah kota Tui, yang terletak di perbatasan Spanyol dan Portugal.


Perjalanan ke Tui tidaklah mudah, terutama dari kota besar terakhir di mana saya berada: Barcelona.


Setelah melakukan sedikit penelitian, saya mengetahui bahwa tidak ada kereta yang langsung menuju ke Tui. Kota terdekat di mana kereta akan berhenti adalah Vigo dan dari sana saya harus mencari mode transportasi lain, baik itu taksi atau bus.


Ada kereta malam yang akan pergi dari Barcelona langsung ke Vigo, tetapi itu akan memakan waktu lama.

Saya memutuskan untuk transit semalam di Madrid agar bisa tidur di tempat tidur daripada duduk di kursi kereta.


Keesokan paginya, dimulai dari Madrid, saya harus memulai perjalanan di pagi hari yang gelap sebelum matahari terbit dengan suhu 4°C untuk menuju stasiun kereta Chamartin. Dari sana, saya akan naik kereta Renfe Alvia ke Vigo. Perjalanan akan memakan waktu sekitar 4 jam.


Madrid pada pukul 5 pagi saat saya berjalan ke arah stasiun kereta.

Proses naik ke kereta cepat yang akan membawa saya ke Vigo

Beruntungnya, perjalanan ke stasiun Chamartin dan proses naik kereta cukup mudah.


Kereta cepat mulai perjalanannya dan perjalanan menuju kota awal Camino dimulai. Kami melewati pemandangan yang indah di sepanjang jalan dan saya hanya bersyukur bisa berada di sana.


Namun, sekitar 2/3 perjalanan, kereta mulai berhenti dan melambat. 


Tidak lama kemudian, ada pengumuman di pengeras suara. Dengan tingkat bahasa Spanyol yang sangat dasar, saya mencoba menangkap apa yang dikatakan, yang tidak mudah karena suara speaker sangat lembut dan tidak jelas. Tapi sepertinya kereta mengalami masalah dan pada suatu titik semua penumpang harus pindah kereta.


Saya mencoba bertanya pada wanita di sebelah saya dengan bahasa Spanyol saya yang terbatas, tetapi dia hanya mengangkat bahu dan mengatakan bahwa dia tidak mendengar apa yang diumumkan.


Saya pun mulai khawatir karena sekarang tampaknya ada perubahan rute dari yang seharusnya adalah perjalanan yang mudah. Namun, saya mencoba tetap tenang karena kereta masih terus bergerak ke depan dan tidak ada yang bisa dilakukan saat itu.


Saat kereta terus berjalan dengan kecepatan yang lebih lambat, pengumuman lain terdengar melalui speaker. Membuka telinga sekali lagi, saya menebak bahwa sekarang pengumumannya meminta penumpang untuk tetap berada di kereta yang sama. Namun saya tidak yakin. Wanita yang duduk di sebelah saya telah pindah ke kursi di depan sehingga saya tidak bisa mengkonfirmasinya informasi tersebut dengannya.


Kami akhirnya tiba di sebuah stasiun dan saya melihat hampir semua orang bangkit dan mengambil bagasi mereka. “Ini dia,” pikirku, “sekarang apa yang harus saya lakukan? Apakah saya tetap di sini di kereta ini atau pindah?”.


Kereta saya hampir kosong kecuali beberapa orang yang tampaknya bingung seperti saya. Saya membutuhkan jawaban dan mulai berjalan ke kereta di belakang dan melihat seorang pemuda Spanyol. “Ah, seorang pemuda! Dia pasti bisa berbahasa Inggris,” pikirku. Saya mendekatinya dan bertanya apakah dia bisa berbahasa inggris, dan untungnya saya benar.


Saat saya bertanya apa yang terjadi, dia sepertinya mendapatkan informasi yang sama seperti yang saya dapatkan bahwa penumpang harus tetap di dalam kereta. Namun sejenak setelah itu, salah satu temannya keluar dari kereta untuk bertanya pada salah satu pekerja dan mengkonfirmasikan bahwa kita semua harus pindah kereta. Akhirnya, sebuah kejelasan! Saya segera mengambil bagasi saya dan pindah ke kereta lain.


Duduk di kereta lain, saya sedikit bernapas lega. Tidak menyangka bahwa dalam 3 jam bertama sudah ada petualangan yang terjadi. Kereta mulai bergerak dan kami mendekati Vigo. Meskipun ada sedikit ketenangan, dalam pikiran saya, otak saya masih memikirkan langkah selanjutnya yang harus saya ambil begitu saya tiba di Vigo.


(Lanjutk ke bagian 2 perjalanan di "Dari Vigo Menuju Tui")



Salah satu pemandangan indah dari dalam kereta saat mendekati Vigo.




2 views0 comments

Recent Posts

See All

Commentaires


bottom of page